SEKOLAH SD NEGERI 1 JATIPRAHU JADI NARASUMBER
PEMANFAATAN CINCAU
Cincau rambat (Cyclea barbata), sesuai
dengan namanya merupakan tanaman berbatang lunak yang merambat dengan
cara membelit. Batangnya berwarna hijau tua. Panjang batang bisa
mencapai 4-5 m, untuk mencapai lokasi yang mendapat sinar matahari.
Daunnya berbentuk jantung agak bulat, berwarna hijau tua dan dipenuhi
bulu halus. Panjang dan lebar daun sekitar 10 cm. Ujung daun meruncing.
Cincau rambat selalu berumah dua. Yakni bunga jantan dan betina berada
pada dua tanaman yang berlainan. Bunga jantan maupun betina berupa
dompolan pada malai kecil yang tumbuh menggantung dari bekas ketiak daun
(ruas batang). Buahnya berupa beri yang juga membentuk dompolan dengan
butiran lonjong ukuran 0,5 cm. Ketika muda, buah berwarna hijau dan
menjadi putih kecokelatan ketika masak. Di dalam buah ini ada biji
berwarna hitam yang bisa disemai.
Cincau rambat membentuk rimpang
(umbi) di dalam tanah. Panjang umbi bisa sampai 50 cm. dengan diameter
2-3 cm. Warna kulit umbi cokelat cerah dengan bagian dalam keputihan.
Dengan adanya umbi ini, tanaman cincau yang pada musim kemarau mengering
seluruhnya, pada awal musim penghujan akan menumbuhkan tanaman baru.
Hemm, ini yang menyebabkan dulu saya bingung, tanamannya udah saya
bedol (baca: cabut) habis, kok masih numbuh juga? Itu jawabannya.
Sumber: http://foragri.blogsome.com/ dengan judul artikel “Industri Cincau Hijau Dan Cincau Hitam”
Manfaat Cincau Hijau
Menurut penelitian, cincau hijau
memiliki khasiat mengendalikan penyakit darah tinggi. Zat-zat yang
terkandung dalam cincau hijau dapat manfaatkan sebagai bahan pembuat
obat-obatan, di samping digunakan sebagai minuman penyegar.
Tanaman yang bernama latin
Cyclea barbata dan termasuk dalam suku sirawan-sirawanan
(Menispermaceae) ini daunnya telah diteliti mengandung karbohidrat,
polifenol, saponin, flavonoida dan lemak. Kalsium, fosfor, vitamin A dan
B juga ditemukan dalam daun cincau hijau.
Penelitian khasiat cincau untuk
mengobati penyakit tekanan darah tinggi pernah dilakukan di tahun 1966
oleh Prof. Dr. Sardjito, Dr. Rajiman dan Dr. Bambang Suwitho dari
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Pada penelitian
itu pasien diberi daun cincau segar sebanyak 5 gram yang digerus dengan
150 cc air matang kemudian diperas. Air perasan itu diberikan kepada
pasien untuk diminum dua kali sehari.
Uji coba itu dilakukan kepada
pasien tekanan darah tinggi dengan usia di atas 40 tahun. Hasilnya
pasien mengalami penurunan tekanan darah secara signifikan. Seorang
pasien usia 70 tahun dan tekanan darahnya mencapai 215mm/120mm mengalami
penurunan tekanan darah menjadi 160mm/100mm dalam satu bulan setelah
mengkonsumsi cincau. Keluhan pusing, sering lelah dan jalan sempoyongan
hilang dan berat badan turun.
Selain itu kandungan serat di
dalam cincau juga tinggi. Penelitian yang dilakukan oleh Direktorat Gizi
Departemen Kesehatan terhadap cincau mengungkapkan terdapat 6,23 gram
per 100 gram kandungan serat kasar dalam gel cincau.
Ini berarti bila cincau
dikonsumsi bersama dengan buah dan sayur mayur sehari-hari bisa memadai
untuk memenuhi kebutuhan serat harian sebesar 30 gram sehingga bisa
membantu memerangi penyakit degeneratif seperti jantung koroner.
Sementara itu kalori yang terkandung di dalamnya adalah 122 kalori dan
protein sebesar 6 gram.
Manfaat Lain Cincau Hijau :
1. Panas Perut, Tekanan Darah Tinggi
Sediakan
20 helai daun cincau hijau lalu dicuci bersih. Remas-remas lalu beri 1
gelas air minum dingin lalu saring dengan kain. Tambahkan jeruk nipis
sesuai selera. Biarkan di tempat dingin sampai menjadi agar-agar. Taruh
di dalam gelas dan beri madu, atau sirup atau gula aren cair yang sudah
dimasak dengan pandan lali diminum.
2. Disentri
2. Disentri
Buat ramuan seperti telah disebutkan pada nomor satu. Minum selama seminggu berturut-turut.
3. Sariawan
3. Sariawan
Lakukan dengan ramuan seperti yang telah disebutkan pada nomor satu selama 5 – 7 hari berturut-turut.
4. Bisul
4. Bisul
Sediakan daun
cincau hijau secukupnya. Cuci bersih kemudian dilumatkan dan ditempelkan
ke bagian yang bernanah. Ini berkhasiat untuk mengeluarkan nanahnya.
5. Demam
5. Demam
Ambil rimpang
tanaman cincau, cuci bersih kemudian diiris halus. Rebus dengan air
secukupnya. Minum ramuan tersebut setelah matang. Bisa juga rimpang
tersebut diseduh dengan air panas secukupnya kemudian diminum.
Sumber: kompas.com @ Diyah Triarsari dengan judul artikel “Cincau Hijau Kendalikan Hipertensi”


Tidak ada komentar:
Posting Komentar